Tips Mencetak Generasi Qurrota Ayun
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas) – Wali murid Taman Kanak-Kanak (TK) Diponegoro 125 Arcawinangun mendapatkan pembekalan berharga dalam mendidik anak dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Purwokerto Timur, Yayuk Septimawati. Penyuluhan yang berpusat pada tema penting "Tips Orang Tua dalam Mencetak Generasi Qurrota A'yun" ini diselenggarakan di Aula Sekolah TK Diponegoro 125 Arcawinangun dan diikuti oleh 60 wali murid. Senin (1/12).
Kepala Sekolah TK Diponegoro 125 Arcawinangun, Yuli Artini, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini. "Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Yayuk Septimawati atas kesediaannya berbagi ilmu. Penyuluhan seperti ini sangat penting sebagai bekal bagi orang tua dalam menguatkan fondasi agama dan akhlak anak-anak di rumah, sejalan dengan program pendidikan di sekolah, Hal ini menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap pendidikan karakter dan keagamaan anak sejak usia dini. " ujar Yuli Artini.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Muslimat Ranting Arcawinangun, yang juga merupakan Pengurus dari TK Diponegoro 125 Arcawinangun. Kehadirannya semakin memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan orang tua dalam upaya mencetak generasi penerus yang sholeh dan sholehah.
Dalam materinya, Yayuk Septimawati menekankan bahwa istilah Qurrota A'yun (penyejuk mata) merupakan harapan setiap orang tua agar anak-anak mereka menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat. Beberapa tips kunci yang disampaikan meliputi Pentingnya Keteladanan dan Orang tua harus menjadi cermin akhlak yang baik bagi anak. Menciptakan Lingkungan Agamis, membiasakan rutinitas ibadah, seperti sholat berjamaah dan membaca Al-Qur'an, di dalam rumah. Komunikasi Efektif, membangun ikatan emosional dan selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan anak. Doa Tiada Henti, mengingatkan orang tua bahwa doa adalah senjata utama dalam mendidik anak. Diharapkan, melalui penyuluhan ini, para wali murid mendapatkan panduan praktis dan semangat baru untuk mengoptimalkan peran mereka dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang beriman dan berkarakter mulia. (tum/Yy)
