Ziarah Kubur Jumat Pagi, Upaya Madrasah Perkuat Pembinaan Spiritual Murid

Oleh MA AL FALAH JATILAWANG
SHARE

Banyumas - Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang melaksanakan kegiatan ziarah kubur setiap hari Jumat pagi sebagai bagian dari pembinaan spiritual murid. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa MA Al Falah Jatilawang bersama dewan guru sebagai bentuk pembiasaan religius yang terintegrasi dalam aktivitas madrasah dan menjadi salah satu program rutin dalam pembentukan karakter keagamaan murid. Melalui kegiatan ini, madrasah berupaya menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, serta kepedulian spiritual sejak dini kepada para murid. Jumat (23/01)

Kegiatan ziarah kubur dilaksanakan di area pemakaman Umil Mahad, istri pendiri Pondok Pesantren Al Falah Jatilawang, yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Melalui kegiatan ini, murid diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menumbuhkan sikap tawadhu, serta memperkuat kesadaran akan hakikat kehidupan dan kematian. Ziarah kubur juga menjadi sarana untuk mendoakan para pendahulu yang telah berjasa, sekaligus sebagai media pendidikan karakter yang menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian spiritual dalam diri murid.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan tahlil bersama yang dipimpin oleh Bapak Juwantono selaku guru di MA Al Falah Jatilawang. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat, mencerminkan sikap hormat, kesungguhan, serta penghayatan dalam menjalankan amalan keagamaan sesuai dengan tuntunan Islam. Setelah rangkaian ziarah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru. Salat dhuha ini dilaksanakan sebelum dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sebagai bentuk pembiasaan ibadah sunnah dan penguatan spiritual, sehingga murid diharapkan lebih siap secara lahir dan batin dalam mengikuti proses pembelajaran di madrasah.

Kepala Madrasah Aliyah Al Falah Jatilawang, H. Amir Mahmud, menyampaikan bahwa kegiatan ziarah kubur ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah. “Melalui ziarah kubur, murid tidak hanya belajar berdoa, tetapi juga diajak untuk selalu mengingat kematian sebagai pengendali sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk murid yang beriman, berakhlakul karimah, serta memiliki kepedulian spiritual yang kuat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ziarah kubur yang dilaksanakan secara rutin ini, pihak madrasah berharap nilai-nilai religius, keimanan, dan akhlak mulia dapat tertanam kuat dalam diri murid. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pribadi murid yang berkarakter, berakhlakul karimah, serta memiliki kepekaan spiritual yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.