HUT RI #81

Dukung Generasi Emas 2045, Kemenag Banyumas Bersama Gading Counseling Center Gelar Seminar Kesehatan Mental

HUMAS
HUMAS
29 Okt 2026
11x dibaca
SHARE

 

Purwokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Gading Counseling & Empowerment Center Cabang Purwokerto menggelar Seminar Kesehatan Mental bertempat di Aula Al Ikhlas Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas. Kamis (29/10).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Banyumas, Naufal Iskandar. Seminar ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis keagamaan dan pendidikan di lingkungan Kemenag Banyumas, meliputi penyuluh agama lintas iman, pengawas madrasah, kepala madrasah, serta guru Bimbingan Konseling (BK).

Dalam arahannya, Naufal Iskandar menyampaikan sejumlah poin strategis yang menjadi sorotan utama bagi para peserta, khususnya para penyuluh agama. Beliau menekankan pentingnya kesehatan mental sebagai isu mendesak di tengah masifnya penggunaan teknologi saat ini. Seminar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam bagi para penyuluh untuk mendampingi masyarakat dalam mengatasi berbagai dampak negatif penggunaan gawai (gadget) yang kian mengkhawatirkan di kalangan anak-anak dan remaja. Selain itu, pembinaan mental yang sehat juga dinilai sebagai fondasi utama dalam melahirkan generasi yang tangguh secara emosional dan spiritual, demi turut serta menyukseskan visi besar Generasi Emas 2045.

Acara seminar ini diisi oleh dua narasumber ahli yang membawakan materi utama terkait isu kecanduan dan kesehatan psikologis. Pada sesi pertama, Jacub Muliady, memaparkan materi bertajuk "Neuroscience & Addiction: Memahami Cara Kerja Otak dan Kaitannya dengan Kecanduan". Dilanjutkan pada sesi kedua, Dediyanto Christian Sambeta, membawakan materi "The Art of Compassion: Pendekatan Psikologis dalam Menghadapi Krisis Adiksi".

Melalui seminar ini, para peserta dibekali wawasan mendalam mengenai cara kerja otak terhadap adiksi serta pendekatan psikologis yang berlandaskan empati. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi guru BK, kepala madrasah, pengawas, dan penyuluh agama dalam mendeteksi serta menangani krisis kesehatan mental dan kecanduan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.