Tingkatkan Kualitas Parenting, Penyuluh KUA Jatilawang Beri Ceramah "Permintaan Anak yang Tak Pernah Terucap" di RA Diponegoro 206 Bantar
Jatilawang – Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Jatilawang, H. Ahmad Muttaqin, memberikan ceramah keagamaan dan pola asuh (parenting) di hadapan pengurus, dewan guru, serta para wali murid RA Diponegoro 206 Bantar. Kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka Pertemuan Rutin Bulanan. Rabu (28/10).
Dalam ceramahnya yang mengusung tema "Permintaan Anak yang Tak Pernah Terucap", H. Ahmad Muttaqin menyoroti pentingnya pemahaman orang tua terhadap kebutuhan emosional dan psikologis anak yang sering kali tidak terungkap secara lisan. Beliau menyampaikan 10 poin utama yang menjadi jeritan hati seorang anak kepada orang tuanya, yaitu:
-
Jangan marahi aku di depan umum – Menjaga harga diri dan emosi anak di hadapan orang lain.
-
Jangan bandingkan aku dengan kakak/adik/orang lain – Setiap anak memiliki kelebihan dan potensinya masing-masing.
-
Jangan ungkit kesalahan yang sudah selesai – Memberikan maaf yang tulus dan kesempatan untuk memperbaiki diri.
-
Jangan berkata kasar kepadaku – Tutur kata yang santun membentuk kepribadian yang santun pula.
-
Jangan bawa aku dalam pertengkaran ayah dan ibu – Menjaga ketenangan emosional dan kesehatan mental anak.
-
Jangan bentak aku, aku takut – Mengedepankan komunikasi yang tenang tanpa intimidasi.
-
Aku ingin tahu banyak hal, mohon dijawab ketika aku bertanya – Memfasilitasi rasa ingin tahu anak sebagai bagian dari proses belajar.
-
Biarkan aku mencoba dulu, bantu aku ketika salah – Memberikan ruang kemandirian serta pendampingan yang bijak.
-
Jangan melarang tanpa penjelasan – Memberikan alasan yang logis agar anak memahami batasan dan aturan.
-
Aku ingin diperhatikan dan disayang – Memenuhi kebutuhan dasar kasih sayang dan empati dalam keluarga.
Tidak hanya menyampaikan materi, H. Ahmad Muttaqin juga mengajak seluruh wali murid yang hadir untuk bermuhasabah dan merenungkan kembali pola asuh yang selama ini diterapkan di rumah melalui empat pertanyaan reflektif:
-
Sudahkah kita berbicara dengan lembut kepada anak-anak kita?
-
Sudahkah kita mendengarkan cerita mereka tanpa terburu-buru menghakimi?
-
Sudahkah kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar dari kesalahan?
-
Sudahkah rumah menjadi tempat yang membuat mereka merasa aman dan dicintai?
Acara pertemuan rutin bulanan ini berlangsung secara khidmat dan interaktif. Pihak sekolah dan dewan guru RA Diponegoro 206 Bantar berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi para orang tua dalam mendidik generasi penerus yang berakhlakul karimah, percaya diri, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis.
