Waspadai Dampak Kecanduan Gadget, Kemenag Banyumas Gelar Seminar Kesehatan Mental
Purwokerto – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas menggelar Seminar Kesehatan Mental di Aula Al-Ikhlas Kemenag Banyumas. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon terhadap makin maraknya dampak negatif penggunaan media sosial dan smartphone (gadget) di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja. Kamis (29/10)
Acara diawali dengan pembukaan oleh Tini Hayaturohmah selaku Pembawa Acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Lubab Habiburrahman.
Plt. Kasubbag TU, Naufal Iskandar, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kesadaran dan kesehatan mental di era digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa mengorbankan kualitas hidup dan kesehatan jiwa.
Hadir sebagai narasumber, Ristawa Marbun, memaparkan data serta fakta krusial terkait paparan media digital saat ini. Indonesia saat ini menempati urutan ke-4 dunia dalam tingkat penggunaan media sosial. Secara nasional, Provinsi Jawa Tengah berada di posisi ke-2 tertinggi, sementara Kabupaten Banyumas masuk dalam posisi ke-4 se-Jawa Tengah.
"Penggunaan HP yang tidak terkontrol membawa dampak negatif yang nyata. Rata-rata waktu yang tersita bersama HP mencapai 7 jam per hari. Akibatnya, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa kehilangan waktu berharga untuk berinteraksi dan bermain bersama kawan sebaya," ungkap Ristawa Marbun dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, narasumber juga menyoroti fenomena memprihatinkan terkait meningkatnya jumlah remaja yang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Jiwa akibat kecanduan gadget dan dampak negatif media digital.
Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para peserta serta masyarakat luas akan pentingnya pendampingan keluarga, batasan penggunaan gadget, serta pembentukan karakter dan mental yang sehat di era serba digital.
Laporan oleh: Kambali (PAI KUA Gumelar)
