Persiapan Mujahadah dan Pelepasan Siswa Kelas XII MAN 3 Banyumas
Oleh MAN 3 Banyumas
Banyumas—Kepala MAN 3 Banyumas, Drs. Suratno, M.Pd.I. menyampaikan arahan dalam rapat persiapan kegiatan mujahadah dan pelepasan siswa kelas XII pada Rabu (18/5) di Aula Mantibas. Sebelum pembahasan lebih lanjut pada persiapan tersebut, Suratno menyampaikan kisah seekor kera yang lincah memanjat pohon dan tidak pernah jatuh. Dia akan dijatuhkan oleh tiga angin, yaitu angin topan, angin bohorok, dan angin puting beliung. Akan tetapi, ketiga angin tersebut tak mampu menjatuhkan kera. Kemudian datanglah angin sepoi-sepoi yang bermaksud ingin ikut menjatuhkan kera. Ketiga angin tadi menertawakan angin sepoi-sepoi, mengejeknya dan menganggap takkan mampu karena angin yang memiliki kekuatan besar pun tak mampu menjatuhkan kera. Namun, akhirnya angin sepoi-sepoi diberi kesempatan. Dengan kekuatan angin sepoi-sepoi, kera menjadi mengantuk dan tertidur. Karena tertidur, akhirnya pegangannya pun terlepas dan ia terjatuh dari pohon. Makna kisah tersebut adalah bahwa untuk menjatuhkan sesuatu tidak harus dengan kekuatan besar dan kekerasan. Kelembutan pun mampu mengakibatkan kejatuhan.
Suratno melanjutkan arahannya pada persiapan mujahadah yang direncanakan pelaksanaannya pada Jumat (20/5). Mujahadah akan dihadiri semua guru dan pegawai Mantibas, orang tua/wali siswa kelas XII, tokoh masyarakat, dan para kyai. Pada kegiatan tersebut, guru dan pegawai diimbau memakai baju koko putih bagi bapak-bapak, sedangkan ibu-ibu mengenakan busana muslimah. Acara mujahadah akan dilanjutkan dengan penyerahan kembali siswa kelas XII yang telah dinyatakan lulus kepada orang tua/wali siswa.
Persiapan selanjutnya, yakni pelepasan siswa kelas XII, disampaikan oleh waka kesiswaan. Pelepasan siswa kelas XII direncanakan pada Sabtu (21/5) di aula. Kegiatan akan diikuti semua guru dan pegawai Mantibas dan semua siswa kelas XII. Kegiatan tersebut direncanakan tidak menghadirkan orang tua siswa dengan pertimbangan pembatasan peserta kegiatan mengingat kondisi dan situasi yang belum pulih sepenuhnya akibat Pandemi Covid-19. Dalam kegiatan tersebut, bapak-bapak diimbau memakai setelan jas, dan ibu-ibu mengenakan kebaya muslimah.
Terkait dengan persiapan-persiapan tersebut, ada masukan dari Surasno, S.Ag., S.Pd., M.Si. agar persiapan toilet juga tidak dilupakan. Hal itu mengingat dalam setiap kegiatan, apalagi yang menghadirkan orang tua/wali siswa, biasanya banyak peserta yang menanyakan toilet. Masukan tersebut langsung ditanggapi waka sarpras dan siap ditindaklanjuti.
Kegiatan rapat persiapan tersebut digelar dengan tetap menjaga jarak. Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
(Tim Media MAN 3 Banyumas)
